Cari Blog Ini

Jumat, 13 Oktober 2017

BILA IKUT ESKUL JURNALISTIK, INI KEUNTUNGANNYA



ESKUL JURNALISTIK ITU KEREN

            Apa sih menariknya ikutan ekskul jurnalistik ? Itu mungkin yang pertama harus dicarikan jawabnya, karena  banyak anak  didik yang tidak cukup mempunyai keberanian, anak yang tidak suka tantangan, menganggap, ekskul jurnalistik itu terlalu menakutkan. Ekskul jurnalistik itu banyak mengarangnya, padahal mengarang itu perlu bakat dan sulit.  Juga  banyak liputannya. Padahal, untuk ngomong dan bertanya dengan orang saja di luar lingkungan kesehariannya, banyak anak didik yang tidak cukup mempunyai keberanian.
            Ekskul jurnalistik itu keren. Anak didik yang ikut ekskul ini keren. Menyandang tustel, mengalungi kartu pers, dan dipunggungnya ada tas dengan aneka bahan liputan. Atas tampilan itu, sosok anak didik yang ikut ekskul jurnalistik, dan melakukan banyak kegiatan liputan lapangan, dipandang lebih, dianggap lebih tahu dan lebih banyak pengetahuan. Di manapun dia berada, wartawan, meski itu hanya sekelas wartawan yunior untuk media internal sekolah, dianggap tempat jujugan atas informasi yang masyarakat lingkungan tidak tahu. Dan itu keren. Maka, ekskul jurnalistik pasti keren, karena siapapun yang ikut di dalamnya, dipastikan akan mendapatkan pengalaman, bertemu dengan banyak orang, mewawancarai banyak narasumber, mulai dari artis hingga pejabat tinggi dan birokrat serta kaum duafa. Anak didik yang ikut ekskul jurnalistik, adalah mereka yang punya banyak pengalaman menghadapi banyak orang. Sehingga, atas dirinya, akan muncul sikap dan sifat baik, sebagaimana sikap dan sifat baiknya saat harus menghadapi banyak nara sumber dengan aneka watak dan karakter.
             Ekskul jurnalistik memang membutuhkan anak yang berani. Ekskul jurnalistik, membutuhkan anak didik yang gemar bertualang. Anak didik yang tidak sekedar datang, masuk kelas, duduk mendengarkan pelajaran, mengikuti ulangan, pulang, tidur, dan besoknya kembali datang ke sekolah, tapi mau sedikit mewarnai rutinitasnya sebagai pelajar dengan petualangan. Itulah yang dibutuhkan ekskul jurnalistik. Ekskul jurnalistik itulah ekskul yang keren.
            Ekskul jurnalistik akan membuat anak didik yang mengikutinya, terus berlatih dan berlatih menulis berita, menulis artikel, dan juga menulis puisi, cerpen dan lainnya. Anak didik akan dilatih untuk berhadapan dengan banyak nara sumber yang berbeda karakter dan wataknya. Anak didik akan terbiasa menghadapi segala molornya waktu ketemuan. Anak didik akan berhadapan dengan penolakan, bahkan terkadang harus menghadapi pengusiran, karena sang nara sumber merasa terganggu. Anak didik akan berhadapan dengan banyak keadaan yang tidak mengenakkan, karena sang narasumber yang akan diwawancarai berulah. Semuanya itu, akan membuat anak didik terbiasa menghadapi segala hambatan dan tantangan, untuk kemudian bisa melakukan tindakan darurat demi mengatasi semuanya itu.
Anak didik, akan disiapkan untuk bertemu dengan siapa saja, dengan semua karakter dan sifat dasarnya, yang tidak semuanya enak untuk diajak wawancara. Anak didik akan berlatih bagaimana menghadapi seorang artis terkenal dengan ego dan sifat keakuannya yang tinggi. Dia juga harus sabar dalam menghadapi protokoler yang terkadang sangat berbelit dan sangat mengurasa kesabaran seorang anak.
Ekskul jurnalistik, akan membuat anak didik sanggup mengatur waktu untuk dirinya sendiri dengan baik dan benar. Hal itu dikarenakan, untuk membuat janji wawancara dengan nara sumber, waktunya terkadang ditunda dan atau dimajukan. Banyak juga acara-acara yang harus diliput bersamaan hari dan waktunya. Yang semuanya harus bisa diliput semuanaya. Anak didik benar-benar  dipaksa untuk memenej waktunya, sehingga semuanya  bisa dicapai dan berjalan dengan baik dan benar. Dari  situ, anak didik dipaksa untuk memenej waktunya seefisien dan se efektif mungkin, tanpa harus meninggalkan kewajibannya sebagai pelajar, dengan segala beban yang harus disandangnya.
Jadi, dengan ekskul jurnalistik  anak didik yang ikut di dalamnya, akan mendapatkan kemampuan untuk :
1.        Dia bisa melatih pola pikirnya, untuk sigap bergerak mencari solusi atas permasalahannya saat itu juga. Mampu dengan segera dan berani melakukan langkah darurat, apa yang dihadapinya. Yang pada akhirnya akan membuat anak didik mandiri, dalam segalanya. Sebagai pelajar, dia akan bisa menetapkan skala prioritas yang akan dicapainya, tanpa  harus  meninggalkan kesehariannya untuk bermain dan bersosialisasi dengan lingkungannya.

2.        Dia akan makin mampu menuangkan pikiran, ide dan uneg-unegnya, dalam sebuah tulisan yang runtut, enak dibaca dan mudah dipahami oleh semua orang. Dan itu artinya, saat harus menghadapi soal-soal yang membutuhkan penalaran untuk jawabnya, dia akan mampu membuat jawaban yang pas, tepat dan  tidak berbelit-belit.

3.        Dia akan mampu memenej waktunya dengan baik dan efisien. Tidak akan ada lagi waktu yang terbuang dengan sia-sia. Dan itu artinya, tidak akan ada tindakan dan atau perbuatan yang tidak benar, karena semua waktunya sudah tersita untuk banyak acara dan rencana.

4.      Dia bisa bertemu dengan siapa saja, di mana saja dan kapan saja. Dia bisa mendapatkan pengalaman yang tidak terlupakan karena bertemu dengan artis idola. Dia juga bisa bersua dan bertatap muka dengan banyak pejabat birokrat dari berbagai posisi. Pada gilirannya, dia juga harus bertemu dengan banyak kaum duafa, di mana dia bisa berlatih mengembangkan simpati dan empatinya.
         Perasaan dan budi pekerti anak akan dilatih di sini, sehingga dia bisa menjadi anak yang lembut hati dan berkarakter baik, karena seringnya dia berhadapan dengan kenyataan betapa ternyata masih banyak orang yang kehidupannya nestapa dan papa.  Tapi disamping itu, jiwa anak juga akan dilatih untuk tegar, karena saat menghadapi nara sumber dengan banyak karakter dan watak, dia harus mampu mengembangkan pola komunikasi yang baik dan benar, agar tujuan wawancara bisa dicapai.

5.      Dia bisa miminal memimpin dirinya sendiri, untuk tidak malas,  menghargai waktu dan mengembangkan pola komunikasi yang baik.  Saat sang anak mampu membuatnya dirinya tegar dan tegas, maka kepada teman dan lingkungannya akan terpola hubungan yang saling membutuhkan dan menguntungkan, bagi si anak dalam mencapai tujuannya.

6       .Dia akan menjadi anak yang manis dan berkarakter dan punya sikap dan sifat terpuji. Dia juga akan lebih menghargai orang lain, termasuk guru dan orang tuanya, karena jiwa dan sikap sifatnya terus digembleng saat menghadapi aneka sifat dan watak dan situasi kondisi nara sumber.

Itulah sebagian kecil yang saya ingat, terkait dengan manfaat dan guna dari ekskul jurnalistik di sebuah sekolah. Yang pasti, sebuah sekolah yang mempunyai ekskul jurnalistik dan mampu mengembangkannya dengan baik dan benar, yang kemudian dilengkapi dengan sebuah media internal sebagai wadah berlatihnya. Maka, bersiap-siaplah untuk menjadi sekolah yang diperhatikan, sekolah yang menjadi bahan perbincangan sekolah lainnya, karena prestasi anak didiknya yang makin banyak. Bersiap-siaplah menjadi sekolah yang dinamis dan penuh inovasi dan improvisasi atas tenaga pedidik dan anak didiknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar